Saturday, April 27, 2013

Di Negeri X


Di negeri X, vampir dan manusia hidup berdampingan. Di negeri X, mayoritas adalah vampir, sedangkan manusia adalah kaum minoritas. Kaum vampir mayoritas didominasi oleh vampir-vampir baik, sedangkan manusia didominasi oleh manusia-manusia besifat jahat. Banyak manusia yang ingin menjadi vampir, kalau mereka tidak bisa menjadi vampir, maka mereka akan berusaha menyerupai vampir dari segi penampilan maupun sikap. Namun sebaliknya dengan vampir, mereka tidak mau menjadi manusia.

Banyak manusia yang berusaha mati-matian untuk menjadi vampir, dengan memaksa para vampir menghisap darah mereka dan sekejap mereka berubah menjadi vampir seperti yang ada di film-film. Namun para vampir hanya mau menghisap orang-orang tertentu, khususnya orang yang mempunyai bibit-bibit karakter yang baik. Karena apabila mereka menghisap manusia berkarakter jahat, maka dalam diri merekapun akan mengalir karakter jahat.

Ada dua tipe manusia yang memaksa ingin dihisap oleh vampir. Pertama, mereka yang ingin hidup kekal karena tidak ingin kehilangan eksistensinya, dan yang kedua yaitu mereka yang tidak percaya adanya surga dan neraka sehingga mereka ingin hidup abadi di bumi. Di negeri X, manusia bisa sangat kaya raya, salah satunya dari hasil korupsi. Walaupun sudah dihukum berkali-kali, mereka juga tidak jera. Mengenai hukuman matipun tidak sembarangan. Hidup dan mati ada aturannya sendiri. Manusia hanya bisa mati akibat dimakan waktu. Oleh karena itu, banyak manusia yang rela membayar mahal untuk bisa dihisap oleh vampir. Memang ada vampir  yang dapat menghisap darah manusia yang berkarakter jahat, karena mereka butuh uang yang katanya bisa membeli kekuasaan (alat tukar dengan nominal kekuatan yang sama). Namun pada akhirnya lama kelamaan mereka toh juga akan mati secara perlahan, teracuni darah dari manusia jahat tersebut. Vampir bisa mati? Yah mereka bisa, khususnya di negeri X.

Para vampir tidak akan sembarangan menghisap darah manusia karena mereka tahu akan konsekuensi yang didapat. Mereka memilih manusia-manusia tertentu untuk bisa dihisap darahnya, manusia yang memiliki kontribusi yang baik untuk negeri X.

Yang jadi pertanyaan, mengapa vampir hanya memilih manusia-manusia yang dapat berkontribusi baik untuk bisa menjadi vampir? Karena mereka tahu bahwa mereka akan dapat bertahan hidup dari hal-hal yang baik pula. Masih ingat tentang peraturan hidup dan matinya vampir di negeri X?

Yah mungkin akan membosankan apabila tidak ada drama tentang konflik. Namun apakah hanya konflik yang dapat hidup lebih berwarna? Para vampir punya kiatnya sendiri. Mereka berlomba-lomba membuat kontribusi positif untuk masyarakat negeri X, pastinya dengan berkarya. Ohya tidak hanya vampir saja yah, manusiapun berlomba-lomba seperti para vampir. Yang mereka dapat dari kontribusi tersebut adalah penghargaan aktualisasi diri dari pencapaian mereka, ditulis dalam Kitab Eksistensi. Bukankah semua makhluk hidup pada akhirnya mempunyai kebutuhan untuk aktualisasi diri? Yang membedakan adalah cara mencapainya dan hasil pencapaiannya. Yah, Kitab Eksistensi adalah pencapaian tertinggi makhluk hidup di negeri X. Namun pada akhirnya tidakk semua vampir dan manusia dapat masuk ke dalam Kitab Eksistensi, sehingga mereka berusaha mempertahankan eksistensinya dengan jalan 'dihisap' dan 'menghisap'.

Di negeri X, tidak ada istilah kanca wingking. Semua jender mempunyai posisi garda yang sama. Semua jender mempunyai kesempatan yang sama untuk terlibat dalan ranah publik atau domestik.

Begitu juga dengan stigma pada perempuan, bagi entah vampir maupun manusia. Tidak ada stigma "wanita nakal" bagi perempuan yang rain keluar malam, karena vampirpun lebih suka keluar malam, "Lebih adem dan tidak macet", ujar Sevaya, salah satu vampir perempuan. Para istri juga banyak yang bekerja diluar rumah, sedangkan suami bekerja di rumah merangkap bapak rumah tangga. Itu adalah hal yang normal di negeri X, semua bisa melakukan hal yang serupa. Perbedaan hanya di penis dan vagina, serta yang 'dihisap' atau 'menghisap'.

No comments:

Post a Comment