Thursday, May 2, 2013

Pada Mulanya Perbedaan


Pada mulanya Ia menciptakan langit dan bumi.

Kemudian jadilah terang, Ia melihat hal itu baik dan dipisahkanlah dari gelap. Ia menciptakan gelap agar tahu bahwa ada terang. Mereka memang tak bisa bersatu namun saling mendukung, untuk kebaikan makhluk hidup.

Pada akhirnya Ia menjadikan manusia menurut gambar dan rupaNya: laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.

Maka Ia melihat segala segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.

Kenapa ada kejahatan, untuk tahu adanya kebaikan.

Kenapa manusia meributkan perbedaan, kalau tahu perbedaan sudah ada sejak semula.

Beratus-ratus juta makhluk hidup yang bernama manusia tinggal bersama dengan isi kepala yang berbeda-beda.

Kenapa anggota tubuh tidak dijadikan sama semua. Seperi tubuh yang hanya terdiri dari mata, agar lebih banyak melihat keindahan alam. Namun bagaimana ia bisa bertahan hidup tanpa adanya mulut agar mendapat asupan makanan, ataupun adanya kaki agar ia dapat bergerak ke mana saja untuk melihat lebih banyak lagi keindahan isi bumi.

Kenapa manusia meributkan perbedaan, kalau tahu bahwa perbedaan memang dari awal tak bisa disamakan.

Bukankah perbedaan itu diciptakan agar terjadinya keharmonisan. Mengapa perbedaan dijadikan alasan untuk tidak dapat bersatu, karena memang dari mulanya perbedaan tidak bisa disatukan menjadi persamaan. Yah toh namanya juga berbeda.

Makhluk hidup yang bernama manusia punya keunikan perbedaan masing-masing. Warna kulit, DNA, persepsi, kepribadian, kepercayaan, suku, budaya, kebiasaan, dan lain-lain, dan lain-lain hingga tak terhitung jumlah perbedaan yang ada.

Kenapa masih meributkan perbedaan dan memaksakan agar perbedaan itu menjadi serupa sehingga menjadi alasan agar dapat bersatu. Apakah persamaan merupakan jalan keluar untuk menyelesaikan keributan karena adanya perbedaan ?